02 Agustus 2009

plong . . .


mungkin itu kata paling tepat yang bisa menggambarkan situasi yang sedang terjadi padaku (terlepas dari baku tidaknya kata tersebut). beban yang terasa sangat berat selama beberapa bulan terakhir akhirnya lepas. inilah salah satu resolusi tahun 2009-ku ini juga terbayar lunas. Ya . . . jumat 24 juli lalu adalah puncak dari kuliahku selama 2,5 tahun. dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar sarjana.

satu hal yang paling membanggakan untukku bukanlah gelar itu sendiri, tapi fakta bahwa hal itu membuat bangga bapakku. saat aku mengabarkan kelulusanku, ia mengirim pesan singkat “Allahu akbar.syukur alhamdulillah, bp mrs bhgia dn bangga yud tlh mmbrkn yg trbaik. tp ingt jln msh panjng, berjuanglah trs d ms dpn. brsyukur dan brdoa pd TUHAN mdh2an mndptkn yg smua yg di cita2kan.” So touch . . . tak ada kebahagiaan yang lebih hebat selain membuat bahagia dan bangga orang tua. tak ada sama sekali.

bagiku, kuliah bukan sekedar pencapaian akademis, juga bukan juga sekedar orientasi peningkatan pendapatan, tapi lebih dari itu, aktualisasi diri. analoginya mungkin seperti ketika orang jepang ditanya “jika anda sudah punya banyak uang, apakah anda akan berhenti bekerja?”. jawaban yang ku tahu dari cerita itu adalah sang jepang manjawab “tidak.”. begitulah.

sering rekan-rekan di kantor mendorongku untuk cepat menyelesaikan kuliah agar pangkatku bisa disesuaikan. sebetulnya, penyesuaian pangkat bukan motif utamaku, bagiku hal itu hanya semacam bonus. disesuaikan ya bersyukur, kalau pun tidak, ya tetap bersyukur. hidup `kan memang harus bersyukur, bukankah begitu kawan?

jadi apa langkah selanjutnya jika pangkatku tetap tidak disesuaikan? ya tetap kuliah. aku bercita-cita untuk dapat paling tidak meraih gelar master sepanjang hidupku. bukan untuk prestise, tapi ya itu tadi . . . aktualisasi diri. yang aku yakini adalah bahwa pendidikan mampu membuat manusia lebih beradab (terlepas dari fakta negatif apapun). dan meski tak mutlak, tetapi (sekali lagi yang aku yakini) manusia beradab hanya bisa lahir jika dibesarkan di lingkungan yang beradab. artinya keberlangsungan hidup manusia untuk lebih beradab jelas terpelihara. 

dalam pada itu juga, saudara kembarku lulus ujian saringan untuk program magister di itb. sungguh kebahagian ganda tingkat tinggi bagi keluargaku yang jauh dari riwayat sekolah tinggi. dalam blognya, saudara kembarku menulis “wish me luck, bro . . . ”. Well, I just wanna say “you don’t need luck, my bro . . ”

sekarang mungkin saatnya untuk rehat sejenak dan menyelesaikan harapan bapakku yang satu lagi. 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar