27 Maret 2010

malaikat pun jatuh cinta pada manusia

pernah dengar kisah film dengan plot seorang malaikat jatuh cinta kepada manusia? sebagian orang mungkin akan langsung berteriak “city of angel”. tapi mungkin tak banyak yang tahu bahwa tahun 1998 itu setidaknya ada dua film yang mengusung plot yang mirip. film yang pertama itu ‘city of angel’, sedangkan yang kedua adalah ‘meet joe black’.

film yang pertama disebut mungkin lebih populer karena plot cerita yang benar-benar fokus pada persoalan cinta dan promosi yang lebih besar. apalagi endingnya yang menyedihkan jelas memberi kesan di memori lebih lekat. sedangkan film yang kedua sepertinya memiliki tingkat popularitas di bawahnya.

di film ‘meet joe black’, faktor brad pitt mungkin menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi kaum hawa (dan sebagian kaum adam??). tapi sebenarnya, daya tarik paling besar ada di kisahnya itu sendiri. kisah itu disusun dalam sebuah naskah yang baik. seperti yang diketahui, naskah film yang baik seharusnya mampu menyusun sebuah plot cerita dalam balutan percakapan-percakapan cerdas dan logis. hal ini lah yang tergambar di film meet joe black.

plot bermula saat malaikat maut hendak mencabut nyawa seorang pengusaha telekomunikasi, william parrish. tetapi ada ketertarikan sang malaikat maut untuk melihat secara langsung bagaimana manusia menjalani kesehariannya. maka, sebelum mencabut nyawanya, ia membuat perjanjian dengan parrish. perjanjiannya adalah bahwa ia akan memberi parrish waktu lebih lama asalkan ia bersedia menjadi pemandunya di dunia.

plot cerita ini sedikit terganggu dengan adanya sub kisah romantis antaran joe (malaikat maut) dengan susan parrish (putri kedua william parrish). meski sebagian orang menganggapnya sebagai bumbu penyedap, tetapi ini sub kisah ini beresiko dianggap mencontek kisah di city of angel yang lebih dulu rilis. hanya saja, ending tak biasa dari sub kisah romantis cukup mengobati kekecewaan dan justru memberi makna tersendiri.

seperti yang diketahui, brad pitt memang tidak pernah sembarangan memilih film. ia selalu mencari karakter yang kuat dan kisah yang menggugah. lihat saja film fight club (1999), the curious case of benjamin button (2008), dan inglorious basterd (2009). begitu pula dengan film meet joe black ini. Secara implisit, kisah ini menunjukkan bagaimana menariknya menjadi manusia sampai-sampai seorang malaikat pun ingin merasakan keseharian manusia. lebih jauh lagi, film ini menunjukkan bahwa manusia itu beruntung menjadi manusia karena diberi kesempatan untuk memilih dan memutuskan (hal yang berbeda dengan malaikat dan mahluk lainnya). selain itu, digambarkan pula bagaimana fatalnya menjadi manusia jika memilih keputusan yang buruk.

secara keseluruhan, meski tak mendapatkan penghargaan di ajang mana pun, film ini layak ditonton. turun naik alur cerita pun terjaga dengan baik sehingga, meski berdurasi sekitar 3 jam, film ini tidak terasa membosankan. apalagi percakapan yang ada bisa dibilang cukup cerdas sehingga tidak terasa datar dan dangkal.

ada sedikit pikiran nakal, bagaimana yah jika posisi william parrish digantikan gayus tambunan atau nurdin halid? :D

1 komentar:

  1. Saat kata-kata tak kuasa terucapkan ..
    https://www.youtube.com/watch?v=hNBSHLmtTrM

    BalasHapus