30 Maret 2009

hit



rocky balboa :
let me tell you something you already know . . . the world ain’t all sunshine and rainbows. it’s very mean and nasty place. and i don’t care how tough you are, it will beat you to your knees and keep you there if you let it. you, me, or nobody is gonna hit as hard as life. but it ain’t about how hard you hit, it’s about how hard you can get hit and keep moving forward. how much you can take and keep moving forward. that’s how winning is done.


taken from the movie : rocky balboa (01:03:19 – 01:03:49) directed, produced, and written by sylvester stallone





dua puluh tujuh maret dua ribu sembilan



setelah merasa selamat dari bencana yang menjadi berita nasional tanggal 27 maret lalu, aku mencoba menggali potensi yang mungkin bisa aku maksimalkan. membantu evakuasi jelas bukan pilihan yang bagus karena aku tak punya bekal keahlian berenang yang mumpuni. bukannya paranoid, tapi aku berusaha realistis. melakukan sesuatu yang diluar kemampuanku hanya akan menyusahkan orang lain maka biarlah para ahli yang bekerja di area itu.

lumpur yang menutupi seluruh permukaan yang sebelumnya digenangi air jelas sangat mengganggu ketika orang mondar-mandir melakukan sesuatu. aku merasa ada yang bisa dilakukan atas lumpur itu. dengan peralatan seadanya aku menyisir lumpur ke pinggir jalan dan sebagian diantaranya tertumpahkan ke selokan kecil. 

hanya beberapa langkah dari jalan itu, ada sebuah toko serba ada yang memang serba ada. semuanya porak poranda dan nyaris tak menyisakan sesuatu yang berharga. maka tergeraklah hati dan ragaku untuk menghampiri. di sana, semua barang berantakan dan terlumuri lumpur pekat. 

sang pemilik toko bersusah payah membereskan barang yang terserak dan menyingkirkan genangan lumpur di lantai. dengan rasa iba yang membuncah karena memperkirakan kerugian materil dan psikologis yang diderita sang pemilik, maka aku tenggelamkan diri untuk merasakan pula sedikit kerugian itu. 

hari makin siang. segerombolan orang semakin mendekat tempatku berada. setelah ku tahu, tak heran gerombolan itu bergerombol. manusia nomor dua di republik ini datang berkunjung. dan itu cukup menyunggingkan senyum di bibirku. dan mungkin di bibir orang lain juga.

saat manusia nomor dua republik ini semakin mendekat, seseorang nampak menghentikan langkahnya. kemudian orang itu menunduk seraya berlutut dengan tangan yang berusaha melipat celana panjang sang manusia nomor dua di republik ini. setelah itu sang manusia nomor dua di republik ini seakan menghilang. ia tertutupi manusia-manusia yang disebut ajudan. berselang lima detik kemudian, manusia nomor dua di republik ini pun muncul lagi. kali ini ia memakai sepatu boot berwarna kuning. tentu saja kuning, ia tak mungkin memakai yang warna merah, biru, hijau, atau warna lain. 

gerombolan itu melewati tempatku berdiri dengan banyak kamera yang menyorot jelas ke gerombolan itu. gorombolan itu semakin bergerombol karena sebagian warga ingin menjadi bagian dari gerombolan itu. tetapi itu tak terjadi padaku, bukannya tak tertarik, tetapi ada yang lebih menarik bagiku daripada mengikuti kemana sang manusia nomor dua di republik ini bergerak. 

sepatu. sesuatu yang menarik lebih menarik perhatianku adalah sepatu kerja. tentu bukan sepatu kerja biasa . . . eh, maaf, tentu sepatu kerja itu biasa saja, tetapi menjadi tak biasa karena sepatu kerja itu dimiliki oleh sang manusia nomor dua republik ini. dan sekarang, nasib sepasang sepatu kerja itu begitu istimewa. betapa tidak, dengan lumpur yang tak begitu berarti, sepasang sepatu itu diperlakukan bak lampu aladin yang digosok dengan begitu cermat oleh seseorang yang juga disebut sebagai ajudan. padahal jelas takkan ada jin yang keluar dari sepatu itu untuk mengabulkan tiga permintaan atau berapapun permintaan.

tak lama berselang, sang manusia nomor dua di republik ini kembali melewati tempatku berada. tentu dengan gerombolan yang sama pula. ia bergerak menjauhi tempat yang sebelumnya ia tuju dan berlalu nyaris tanpa kesan.




23 Maret 2009

3hariuntukselamanya



yusuf : 
gue tau kenapa mbak adin milih kawin, bar...

ambar : 
karena dia ... ?

yusuf : 
umurnya 27…

ambar : 
kenapa emang 27 mesti kawin gitu?

yusuf : 
pas lu umur 27, lu akan mengambil sebuah keputusan penting yang akan mengubah hidup lu. janis joplin, jimmy hendrix, morrison. kurt cobain. mereka semua meninggal pas umur 27, bar. soekarno juga ngediriin indiche partij umur 27.

ambar : 
no way!!!

yusuf : 
gak percaya!!! cek aja lagi...

ambar : 
oke... anggaplah bener. kenapa 27?

yusuf : 
pas lu umur 27, kayak yang gue bilang tadi, lu akan mengambil sebuah keputusan penting yang akan ngubah hidup lu. itu ketika di mana pintu-pintu lu dibuka... atau ditutup sama Allah. buat kurt cobain sih ditutup. pokoknya, pas lu umur 27, lu akan ngambil sebuah keputusan penting yang akan ngubah hidup lu.

ambar : (mikir) 
menarik sih!!


yusuf : 
ada lagi, bar. umur 29. 

ambar : 
kenapa lagi umur 29?

yusuf : 
pas lu umur 29, posisi bumi sama planet saturnus itu balik lagi ke posisi yang sama dengan pas lu lahir. nah, planet saturnus itu planet yang mempengaruhi alam bawah sadar lu. itu semua naluri alamiah lu keluar semua. meledak. itu tuh kayak kaki lu diangkat, kepala lu di bawah, trus lu dikocok-kocok sampe isi perut lu keluar semua, trus lu liatin tuh isi perut lu, trus lu balikin lagi.

ambar : (mendelik)
gue ampe umur 27 aja deh kalo gitu.





22 Maret 2009

“… and to every action there is always an equal and opposite or contrary, reaction …”


dalam salah satu novel dari tetralogi laskar pelangi, sang pemimpi, ada satu bab yang sungguh berkesan. bab itu berjudul Tuhan tahu, tapi menunggu (dikutip dari penulis bernama leo tolstoy). dalam bab itu, dikisahkan arai melakukan kejahatan sholat dengan mengucapkan ‘amin’ dengan nada melolong yang meliuk-liuk. hal itu ia lakukan karena ia tak suka dengan imam yang juga guru mengajinya, taikong hamim. perbuatan arai jelas merobek-robek wibawa taikong hamim. 

menurut arai, kejahatan yang dilakukannya cukup aman karena taikong tak bisa menentukan siapa pelakunya diantara ratusan anak-anak di saf belakang. tetapi seperti judul bab itu, Tuhan tetap tahu dan Tuhan akan membalasnya di kemudian hari.

kisah itu berlanjut di novel lanjutannya, edensor. pada mozaik 38 dengan judul enam belas tahun Tuhan menunggu, ‘kejahatan’ arai dihunjam dengan balasan setimpal. dikisahkan bahwa ikal dan arai berkeliling eropa saat liburan musim panas. tiba saatnya mereka berada di negara austria. untuk melaksanakan shalat jumat, keduanya tiba di perkampungan muslim negara itu. 

saat melaksanakan shalat jumat, seperti biasa, imam membaca surat al-fatihah dengan suara lantang nan lembut. karena terhanyut nuansa kelembutan, diakhir surat al-fatihah, arai melolongkan kata amin seperti enam belas tahun lalu—meliuk-liuk dan lantang. tetapi anehnya, lolongan itu hanya dilakukan oleh arai sendiri. ternyata muslim di perkampungan itu menganut mahzab yang hanya mengucapkan amin di dalam hati. sehingga malu hati lah arai karena melolongkan kata amin dengan meliuk-liuk seperti serigala. terlebih lagi, nada lolongan itu terdengar tidak sopan.

dengan rasa malu yang tak tertanggungkan, arai memohon maaf dan mengatakan semua terjadi di luar kesadarannya. sang imam hanya tersenyum simpul dan berkata, “tak selembar pun daun jatuh tanpa sepengetahuan Allah.” setelah itu arai dan ikal bergegas kabur meninggalkan segerombolan besar muslim yang menertawakan mereka sampai terduduk-duduk.

sejak membaca kisah itu, aku selalu penasaran dengan siapa sebenarnya leo tolstoy. Tuhan tahu, tapi menunggu, kalimat pendek tetapi mengandung makna yang sungguh mendalam. jelas sekali penulisnya adalah seorang yang kenyang akan pengalaman hidup. dan aku sungguh ingin membaca tulisan lengkapnya. 

ternyata Tuhan memang benar-benar tahu. tetapi ia menunggu lebih dari setahun untuk menunjukkannya. sekitar sebulan yang lalu aku berkunjung ke rumah seorang kawan. tak disangka, ia memiliki koleksi buku karya leo tolstoy. tak pikir panjang, aku pun meminjamnya. 

leo tolstoy hidup pada rentang tahun 1828-1910. ia merupakan sastrawan rusia yang memiliki pengaruh mendunia pada masanya. ada dua novel besarnya yang selalu dikenang dunia yang berjudul war and peace (1863) dan anna karenina (1873). 

semasa hidupnya ada sebuah anekdot yang melukiskan betapa besar pengaruh tolstoy bagi bangsa rusi, yakni ada tiga hal yang paling penting di rusia saat itu: gereja katolik, tsar, dan leo tolstoy. ada dua hal utama yang selalu ia perjuangkan, yaitu cinta bagi seluruh umat manusia dan perlawanan tak kunjung usai terhadap kejahatan.

Tuhan maha tahu, tetapi Dia menunggu. itulah salah satu judul cerpen dalam buku kumpulan cerpen tolstoy yang berjudul ziarah. dalam cerpen itu, dikisahkan seseorang yang telah difitnah dan akhirnya dijebloskan ke penjara. sebagai mahluk Tuhan, ia justru menemukan kesadaran permanen di penjara sehingga ia selalu berserah diri kepada yang mahakuasa. 26 tahun kemudian, ia bertemu dengan orang yang memfitnahnya di penjara. 

secara keseluruhan, tolstoy menghasilkan karya yang mudah dimengerti dan orisinil pada masanya. mudah bagi pembacanya untuk mengambil nilai moral dalam setiap karyanya seperti yang dilakukan andrea hirata dalam melengkapi karyanya, tetralogi laskar pelangi.



“… and to every action there is always an equal and opposite or contrary, reaction …” isaac newton (1643-1727)




15 Maret 2009

with a great power comes great arrogance?????


suatu waktu, seorang pejabat eselon II sebuah instansi pemerintah yang baru dilantik mengkomplain soal namanya yang tertulis di surat keputusan pengangkatan jabatannya. dalam surat keputusan itu namanya bergelar doktor dan master teknik. ia yang merasa mendapatkan gelar magister di luar negeri menginginkan agar gelar magisternya itu disesuaikan dengan gelar yang memang didapatnya, yaitu dic. eng.

ada juga kisah nyata di mana seorang dosen hanya ingin dipanggil dengan gelar kepakarannya, profesor. ia merasa gelarnya itu adalah sebuah pencapaian yang penuh perjuangan dan pengorbanan. jadi, setiap orang harus menghargai dan memberikan rasa hormat saat memanggilnya. 

sadar atau tidak, itulah gambaran nyata bangsa kita. coba saja lihat penulisan nama penulis buku yang beredar di indonesia. kebanyakan dari mereka mencantumkan gelar akademisnya, bahkan gelar religiusnya. 

sebuah pencapaian memang patut dihargai dan dihormati. tapi hal itu adalah sebuah keniscayaan dan bukan hal yang perlu dipaksakan. lagipula, bukankah kita dinilai atas apa yang kita berikan, bukan atas apa yang kita dapatkan???

hal berbeda terjadi di luar indonesia. silakan sebutkan siapa penemu model pengukuran kinerja balanced scorecard!!! bagi mereka yang berkecimpung dalam bidang manajemen pasti akan segera mengacungkan tangan sambil menyebutkan nama kaplan dan norton. penyebutan nama seperti itu tidaklah menyalahi aturan sopan santun karena memang adanya begitu. dalam semua buku yang mereka tulis, mereka tak pernah mencantumkan gelar akademis mereka. padahal mereka adalah ahli-ahli manajemen yang sudah diakui kepakarannya di seluruh dunia. 

seorang pakar lain hanya menuliskan nama paul niven di buku-buku yang ditulisnya. demikian pula dengan david hunger dan thomas wheelen. padahal ketiganya adalah ahli-ahli di bidang manajemen strategik. bahkan pebisnis terkenal seperti donald trump, warren buffet, george soros, dan robert t. kiyosaki pun tak terjebak dengan keangkuhan akademisnya. 

menggelikan memang tingkah laku orang indonesia ini. dan semakin menggelikan karena ada satu pepatah dalam bahasa inggris yang menyebutkan ‘with a great power comes great responsibility’ bukannya ‘with a great power comes great arrogance’.





11 Maret 2009

sane

when i think of you, all i want to be is being a betterman because i know i will never be good enough for you, but i want to be with you and more than that i need to be with you to keep me sane.

05 Maret 2009

the prestige

are you watching closely?
itulah kalimat pertama dalam film the prestige. sebuah film adaptasi novel dengan judul yang sama. ini adalah kisah perseteruan dua pesulap inggris pada akhir abad 19 yang berakhir mematikan. baik novel maupun filmnya didominasi dua nama : rupert angier dan alfred borden.
novel the prestige ditulis oleh christhoper priest dan pertama kali terbit di inggris tahun 1995, sedangkan filmnya disutradarai oleh christhoper nolan dan pertama kali tayang tahun 2005. tapi layaknya sebuah film adaptasi, ada beberapa perbedaan di novel dan filmnya. 
dalam novel, angier merupakan keturunan bangsawan dengan gelar lord colderdale, sementara borden adalah seorang pemuda yang berasal dari kelas pekerja. dengan ambisi besar, keduanya berusaha menjadi pesulap yang mampu menampilkan trik sulap yang memukau sekaligus membingungkan.
suatu waktu, pertemuan keduanya terjadi dan menjadi awal perseteruan yang saling berbalasan. saat itu, angier sedang menjadi paranormal gadungan. ia biasa mendapat pekerjaan sebagai pemanggil roh. dan dengan kemampuan trik sulapnya, ia melakukannya dengan sangat baik. sampai suatu ketika, borden, yang merupakan saudara dari klien angier, curiga bahwa apa yang dilakukan angier hanyalah omong kosong.
kemudian borden membongkar kebohongan angier dengan mengacaukan atraksi pemanggilan roh tersebut. dalam proses pengacauan itu, borden tanpa sengaja membuat istri angier, yang berperan sebagai asisten angier, keguguran. angier pun berang. sejak saat itu, perseteruan mereka dimulai.
dalam perseteruan itu, keduanya bersaing menjadi pesulap terhebat. saat salah satunya menampilkan suatu atraksi, sebisa mungkin yang lainnya menjiplak atraksi tersebut dan menampilkannya dengan lebih baik. bahkan, dalam beberapa kesempatan mereka saling mengacaukan pertunjukan saingannya.
kemudian, ada saat borden menampilkan triknya yang paling hebat, yaitu trik manusia pindah tempat. dengan trik itu, borden berada di atas angier, bahkan angier sendiri mengakui keunggulan saingannya itu. tapi, angier tak mau menyerah untuk mengetahui rahasia trik sulap itu. lalu, angier menyusupkan asistennya untuk bekerja pada borden dan mencari tahu rahasianya.
akhirnya, angier mendapat petunjuk mengenai rahasia borden. tesla—itulah rahasianya. nikola tesla ialah seorang ilmuwan asal amerika yang berhasil mengembangkan penggunaan listrik secara luas. kemudian, angier pun mendatangi tesla dan memintanya membuatkan suatu alat yang mampu menduplikasikan dirinya. tesla pun menyanggupinya.
waktu-waktu setelahnya adalah kejayaan bagi angier dan keterpurukan bagi borden. angier menikmati keberhasilannya menjadi pesulap yang diakui paling hebat di inggris. meski nikmat keberhasilannya itu menyisakan suatu keperihan. keperihan yang terlampau mengerikan bagi hidup setiap manusia. dalam menampilkan atraksi pindah tempatnya itu, angier diharuskan menyingkirkan (baca : membunuh) materi asli dirinya sehingga materi duplikat, yang muncul setelahnya, mendapat applaus dari penonton.
***
filmnya dibuat secara berbeda oleh sang sutradara. film ini memiliki alur maju mundur. membingungkan. tapi layaknya sulap, membingungkan dan membuat kita terpana pada waktu yang bersamaan. lagi pula, akhir sebuah sulap selalu berupa pertanyaan di benak setiap penonton, bukan? begitu pun film ini. christhoper nolan bak seorang pesulap yang sedang beraksi dipanggung saat menyutradarai film ini.
dalam film, alfred borden (christian bale) adalah orang asli inggris sementara rupert angier (hugh jackman) adalah perantau dari amerika. diceritakan bahwa pada awalnya alfred borden dan rupert angier adalah rekan kerja. mereka sama-sama bekerja pada seorang pesulap dan selalu menjadi bagian dari pertunjukan sulap dengan berpura-pura sebagai penonton.
dalam suatu pertunjukan, borden menyebabkan kecelakaan bagi istri angier, yang juga bekerja sebagai asisten pesulap yang sama. dalam pada itu, istri angier meninggal. hal itu membuat angier membenci borden dan memendam dendam teramat kesumat.
perjalanan selanjutnya mereka berkarir masing-masing. borden lebih serius dan lebih tekun menjalani hari-harinya dengan berlatih. hal itu menjadikannya sebagai pesulap ternama. tersohornya nama borden melecut semangatnya untuk menyaingi borden. bahkan, dalam beberapa kesempatan mereka saling mengacaukan pertunjukan saingannya.
sama dengan novelnya, perseteruan di film juga mengerucut pada satu trik sulap : manusia pindah tempat. borden dengan caranya sendiri mampu membuat penonton bertepuk tangan, tergagap, dan tersenyum dalam waktu bersamaan. sedangkan, angier dengan kekuatan uangnya mampu membayar tesla untuk membuat sebuah mesin duplikasi.
***
perbedaan di novel dan di film sangat kental terlihat pada penokohan borden dan angier. dalam novel angier terasa seperti tokoh utama yang menderita karena ulah borden, sementara dalam filmnya, justru borden lah yang menjadi tokoh yang terasa lebih utama. perbedaan lainnya, dalam novel borden dibunuh oleh angier, tetapi dalam film kejadiannya terbalik.
meskipun dalam novel dan filmnya rahasia borden adalah tesla, tetapi sebenarnya bukan itu rahasianya. bahkan, tesla pun sebenarnya tak sadar ia mampu membuat mesin untuk menduplikasi materi. jadi apa rahasia trik sulap borden? silakan cari tahu sendiri.
secara keseluruhan, filmnya digarap dengan cara yang hebat dan mampu memunculkan misteri yang lebih membuat penasaran. sementara novelnya, memberikan pola unik dalam bercerita. penasaran? silakan tonton filmnya dan baca novelnya.
satu hal yang bisa diambil dari novel maupun film ini adalah memiliki ambisi sama dengan nafas kehidupan, tetapi saat ambisi menjadi obsesi yang ada hanyalah kehancuran.
cat: christhoper nolan adalah sutradara dari film memento, batman begins, dan the dark knight.