sebuah penggambaran yang mengerikan, bukan? saat seseorang berada di kehidupan normalnya, ia bisa saja melakukan sesuatu yang dikagumi banyak orang. tetapi saat ia terjatuh dalam situasi yang mengecewakan, ia akan mampu menjadi monster sekalipun.
cerita seperti ini sebenarnya sangat dekat dengan keseharian kita. memang tak persis, tapi itu nyata. coba saja ingat-ingat!!!
ada tidak sebuah bangsa yang saat terbelenggu penjajahan, kemudian ada seseorang muncul menjadi pahlawan? lalu bangsa itu pun mengangkatnya menjadi pimpinan tertinggi. namun lama-kelamaan ia justru terbelenggu oleh kekuasaannya, terlena oleh nikmatnya pemerintahan. akhirnya, ia malah diganyang oleh bangsa yang dulu mengangkatnya menjadi pimpinan tertinggi.
lantas, ingatkah pula saat seorang perwira tentara sanggup mengendalikan suatu kekacauan? kemudian ia pun diangkat menjadi orang nomor satu di negeri itu. selama puluhan tahun menjadi orang nomor satu. namun suatu waktu kekacauan timbul. timbul akibat dari akumulasi kesewenang-wenangan yang tersamar. akhirnya ia pun disalahkan. lalu dibenci. kemudian diasingkan. lantas meninggal. bahkan setelah ia meninggal, banyak pihak yang menolak saat sebagian yang lain ingin memberikan gelar pahlawan padanya.
satu hal lagi yang menjadi pertanyaan. apakah seorang idealis akan disanjung-sanjung setinggi langit jika saja ia tak tewas di usia 27 tahun akibat menghirup gas beracun di puncak mahameru? apakah tidak mungkin ia tak berakhir seperti dua orang yang disebutkan sebelumnya jika saja malaikat maut belum menyentuhnya?
ada yang bilang bahwa pahlawan adalah sebuah gelar. bukan sebuah pencapaian. tidak ada seseorang yang berjuang supaya dirinya menjadi pahlawan. yang ada hanyalah perjuangan karena ia memang harus berjuang. seorang yang berjuang dan berusaha menjadi pahlawan bukanlah pahlawan, tapi bajingan. dan setiap orang bisa menjadi bajingan kapan pun. bisa saat ia masih hidup. bisa saat ia sudah mati. tapi setiap orang hanya bisa menjadi pahlawan setelah ia mati. titik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar